MATERI KELAS VI SD
MATERI KELAS VI
A. MATEMATIKA
·
Operasi
Hitung Campurandan Sifat-Sifat Operasi Hitungpada Bilangan Bulat
1. Operasi Hitung Campuran
Kamu sudah mempelajari
aturan operasi hitung campuran bilangan bulat. Coba kamu jelaskan aturan tersebut
dengan kata-katamu sendiri. Bandingkan hasilnya dengan aturan berikut, apakah
sama?
a. Jika dalam soal hanya
ada perkalian dan pembagian, yang di depan dikerjakan lebih dahulu. Demikian
pula untuk penjumlahan dan pengurangan.
b. Jika dalam soal
terdapat penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian sekaligus,
perkalian atau pembagian dikerjakan lebih dahulu. Selanjutnya, dikerjakan
penjumlahan atau pengurangan.
c. Jika dalam soal
terdapat tanda kurung, operasi hitung yang ada di dalam tanda kurung harus
dikerjakan lebih dahulu.
Contoh 1:
a. 9 + (–8) – 11 = 1 – 11
kerjakan dari depan karena + dan – setara
= –10
b. 16 : 2 × (–3) = 8 ×
(–3) kerjakan dari depan karena : dan × setara
= –24
3
Amati kembali Contoh 1b. Bagaimana jika
pengerjaan dilakukan dari belakang, apakah hasilnya sama? Ayo, kita periksa.
16 : 2 × (–3) = 16 :
(–6) kerjakan dari belakang
= –2,667
Dari hasil ini, apa yang
dapat kamu simpulkan?
Contoh 2:
a. –20 + 2 × (–3) = –20 +
(–6) kerjakan × sebelum +
= –26
b. 30 – 81 : (–3) = 30 –
(–27) kerjakan : sebelum –
= 30 + 27 aturan pengurangan
= 57
c. –10 × ( 26 – (–4) ) =
–10 × 30 kerjakan soal pada tanda kurung dahulu
= –300
2. Penggunaan Sifat-Sifat Operasi
Hitung
pada Bilangan Bulat
Di Kelas V, kamu sudah mempelajari sifat-sifat
operasi hitung pada bilangan bulat. Coba kamu kemukakan sifat-sifat tersebut.
Sifat-sifat tersebut berguna untuk mempermudah perhitungan. Untuk itu, pelajari
contoh berikut.
Contoh 1:
1. Gunakan sifat operasi hitung untuk
mempermudah perhitungan bilangan-bilangan berikut.
a. 256 + 160 + (–56) c. (24 × 46) + (24 × 54)
b. 5 × (–49) × 20 d. (41 × 158) – (58 × 41)
Jawab:
a. 256 + 160 + (–56) = {256 + (–56)}
+ 160 sifat komutatif
= 200 + 160 = 360
b. 5 × (–49) × 20 = (5 × 20) × (–49)
sifat komutatif
= 100 × (–49) = –4.900
c. (24 × 46) + (24 × 54) = 24 × (46 +
54) sifat distributif
= 24 × (100)
= 2.400
d. (41 × 158) – (58 × 41) = (41 ×
158) – (41 × 58) sifat komutatif
= 41 × (158 – 58) sifat distributif
= 41 × 100 = 4.100
2. Lengkapi perkalian berikut dengan
menggunakan sifat operasi hitung.
a. 9 × 47 b. 12 × 52
Jawab:
a. 9 × 47 = 9 × (50 – 3)
= 9 × 50 – 9 × 3 sifat distributif
= 450 – 27 = 423
b. 12 × 52 = 12 × (50 + 2)
= 12 × 50 + 12 × 2 sifat distributif
=
600 + 24 = 624
·
Perpangkatan Tiga
Di Kelas V semester 1, kamu telah
mempelajari perpangkatan dua. Suatu bilangan dipangkat kan dua berarti bilangan
tersebut dikalikan sebanyak dua kali dengan dirinya sendiri. Untuk mengingatnya
kembali, carilah bilangan yang tepat agar pernyataan berikut benar.
22 = … × … = … 52 = … × … = …
32 = … × … = … 82 = … × … = …
Pernyataan tersebut menggambarkan
perpangkatan dua dari suatu bilangan.
Pernyataan lain yang menggambarkan
perpangkatan dua dari suatu bilangan, misalnya.
Bagaimana dengan 23? Berapakah
hasilnya?
23 dibaca dua pangkat tiga.
Artinya, 2 × 2 × 2 = 8.
2 disebut bilangan pokok, 3 disebut
pangkat, dan
8 disebut hasil perpangkatan.
Jadi,
23 = 2 × 2 × 2 = 8.
·
Penarikan
Akar Pangkat Tiga
Sebuah dus berbentuk
kubus volumenya 64 dm3. Berapakah panjang rusuk kubus tersebut? Untuk
menjawabnya, pelajari cara penarikan akar pangkat tiga berikut.
Kamu telah mengetahui
bahwa kebalikan dari perpangkatan dua adalah akar pangkat dua. Misalnya,
kebalikan dari 52 = 25 adalah akar pangkat dua dari 25,
yaitu 5. Secara singkat,
ditulis 25 = 5.
4. Tentukan apakah
bilangan-bilangan berikut merupakan bilangan kubik atau bukan. Jelaskan cara
yang kamu lakukan untuk memperoleh jawabanmu.
a. 216 b. 525 c. 900
Untuk menghitung 73 dengan kalkulator, tekan
tombol tombol berikut.
7 x y 3 =
Hasil yang akan didapat
adalah 343.
Sekarang, peragakan cara
menghitung soal-soal pada Pengertian tersebut dapat digunakan untuk
mengartikan kebalikan dariperpangkatan tiga.Kebalikan dari
perpangkatan tiga adalah akar pangkat tigaPerhatikan
perpangkatan tiga berikut.
23 = 2 × 2 × 2 = 8
53 = 5 × 5 × 5 = 125
Akar pangkat tiga
adalah kebalikan dari perpangkatan tiga.
8 3 = 2 2 2 3 = 2
karena 23 = 8
125 3 = 5 5 5 3 = 5
karena 53 = 125
Contoh 1:
Tentukanlah hasilnya.
a. 27 3
b. 64 3
c. 216 3
Jawab:
a. Untuk menentukan 27 3 , cari bilangan yang
apabila dikali dirinya sendiri sebanyak tiga kali hasilnya 27.
Ayo, coba dengan
bilangan 1.
1 × 1 × 1 = 1 ≠ 27
tidak memenuhi
Kita coba lagi dengan
2.
2 × 2 × 2 = 8 ≠ 27 tidak
memenuhi
Coba lagi dengan 3.
3 × 3 × 3 = 27
memenuhi
Jadi, 27 3 = 3 karena 3 × 3 × 3 =
27
b. 64 3 = 4 karena 4 × 4 × 4 =
64
c. 216 3 = 6 karena 6 × 6 × 6 =
216
Contoh 2:
Volume sebuah kubus
adalah 512 cm3.
Tentukanlah panjang
sisi kubus tersebut?
Jawab:
Volume kubus V = s3
512 = s3 masukkan nilai yang
diketahui
s3 = 512
s = 512 3 = 8 karena 8 × 8 × 8 =
512
Jadi, panjang sisi kubus tersebut 8 cm.
·
Operasi
Hitung Bilangan Berpangkat
Tiga dan Akar Pangkat Tiga
Kamu telah mempelajari
perpangkatan tiga dan akar pangkat tiga. Sekarang, kamu akan mempelajari
operasi hitung bilangan berpangkat tigadan akar pangkat tiga. Pelajari contoh
berikut.
Contoh:
1. 43 + 23 = 64 + 8 = 72 4. 63 : 23 = 216 : 8 = 27
2. 53 – 33 = 125 – 27 =
98 5. 8 64 3 3 = 2 + 4 = 6
3. 23 × 43 = 8 × 64 = 512
6. 125 3 × 33 = 5 × 27 = 135
Ayo, kerjakan di buku
latihanmu.
1. 63 + 33 = ... 4. 83 : 43 = ...
2. 83 – 23 = ... 5. 2 3
6
3 3 3
= ...
3. 33 × 33 = ...
·
Menentukan FPB dan KPK
1. Menentukan FPB dan KPK dari Dua
Bilangan
Di Kelas IV dan V, kamu sudah belajar
FPB dan KPK. Kamu pun telah mempelajari cara menentukan FPB dan KPK dari dua
bilangan. Coba kamu jelaskan dengan kata-katamu sendiri cara tersebut. Apakah
hasilnya sama dengan uraian berikut?
Cara Menentukan FPB dari Dua Bilangan
a. Tuliskan kedua bilangan itu
sebagai perkalian faktor prima ( faktorisasi prima).
b. Tentukan perkalian faktor prima
yang sama dari kedua bilangan itu. Jika faktor yang sama tersebut pangkatnya
berbeda, tentukan faktor yang pangkatnya terkecil (misalnya, 22 dan 23, diambil
22) dan kalikan.
Cara Menentukan KPK dari Dua Bilangan
a. Tuliskan kedua bilangan itu
sebagai perkalian faktor prima ( faktorisasi prima).
b. Tentukan semua perkalian faktor
prima dari kedua bilangan itu. Untuk faktor yang sama, tentukan faktor yang
pangkatnya terbesar (misalnya, 32 dan 33, diambil 33) dan kalikan
Contoh 1:
Tentukan FPB dan KPK dari 24 dan 30.
Jawab:
Cara 1:
Dari diagram pohon di samping
diperoleh:
24 = 2 × 2 × 2 × 3 = 23 × 3
30 = 2 × 3 × 5
FPB dari 24 dan 30 adalah 2 × 3 = 6
KPK dari 24 dan 30 adalah 23 × 3 × 5
= 8 × 3 × 5 = 120
Cara 2:
24 30
12 15
4 5
FPB = 2 × 3 = 6
KPK = 2 × 3 × 4 × 5
= 6 × 20 = 120
Jadi,
FPB dan KPK dari 24 dan 30 adalah 6 dan 120.
2. Menentukan FPB dan KPK
dari Tiga Bilangan
Cara yang digunakan
untuk mencari FPB dan KPK dari tiga bilangan
hampir sama dengan cara mencari FPB dan KPK dari dua bilangan. Untuk
lebih jelasnya, pelajari contoh berikut.
Contoh 1:
Tentukan FPB dan KPK
dari 8, 12, dan 36.
Jawab:

Faktorisasi prima dari
8 adalah 2 × 2 × 2 = 23
Faktorisasi prima dari
12 adalah 2 × 2 × 3 = 22 × 3
Faktorisasi prima dari
36 adalah 2 × 2 × 3 × 3 = 22 × 32
FPB dari 8, 12, dan 36
adalah 22 = 4
KPK dari 8, 12, dan 36
adalah 23 × 32 = 8 × 9 = 72
Jadi, FPB dan KPK dari
8, 12, dan 36 adalah 4 dan 72.
Contoh 2:
Ada 3 lampu. Lampu A menyala setiap 8
detik, lampu B setiap 15 detik,
dan lampu C setiap 20 detik.
Berapa detik sekali ketiga lampu itu menyala
bersamaan?
Jawab:
Untuk menyelesaikan
soal ini, kamu harus mencari KPK dari 8, 15, dan 20.
Faktorisasi prima dari
8 adalah 23
Faktorisasi prima dari
15 adalah 3 × 5
Faktorisasi prima dari
20 adalah 2 × 2 × 5 = 22 × 5
KPK dari 8, 15, dan 20
adalah 23 × 3 × 5 = 8 × 3 × 5 = 120
Jadi, ketiga lampu menyala secara bersamaan setiap 120 detik (2
menit).
B.
PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN
·
Proses
Perumusan Pancasila
sebagai Dasar Negara
Coba perhatikan baik-baik gambar di atas. Gambar tersebut adalah
burung Garuda Pancasila. Pada perisai didadanya kamu dapat melihat
lambanglambang dari sila-sila Pancasila. Gambar bintang melambangkan sila
pertama. Gambar rantai emas melambangkan sila kedua. Gambar pohon beringin melambangkan
sila ketiga. Sedangkan gambar kepala banteng serta padi kapas melambangkan sila
keempat dan lima.

Nilai Juang Proses Perumusan Pancasila sebagai
Dasar Negara
A.
1 . Proses Perumusan Pancasila
Pemerintah Militer Jepang di Indonesia pada tanggal 29 April
1945Mmembentuk suatu badan. Badan itu diberi nama Dokuritzu Zyunbi Tyoosakai(Badan
Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, disingkat BPUPKI).
Sepanjang sejarah, BPUPKI hanya mengadakan sidang dua kali, yaitu:
a. Masa Sidang I tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945
b. Masa Sidang II tanggal 10 Juli - 16 Juli 1945
Badan ini telah membentuk beberapa panitia kerja yang di
antaranya ialah:
a. Panitia Perumus dengan anggota 9 orang. Panitia ini disebut
juga Panitia Sembilan. Diketuai oleh Ir. Soekarno. Panitia Sembilan itu adalah:
1) Ir. Soekarno
2) Drs. Mohammad Hatta
3) Mr. A. A. Maramis
4) Abikusno Cokrosuyoso
5) Abdulkahar Muzakir
6) Haji Agus Salim
7) Mr. Ahmad Subarjo
8) K. H. A. Wachid Hasyim
9) Mr. Muhammad Yamin
b. Panitia perancang Undang Undang Dasar diketuai oleh Ir.
Soekarno. Panitia ini kemudian membentuk Panitia Kecil Perancang Undang Undang
Dasar yang diketuai oleh Prof. Mr. Dr. Soepomo.
c. Panitia Ekonomi dan Keuangan, diketuai oleh Drs. Mohammad
Hatta.
d. Panitia Pembelaan Tanah Air, diketuai oleh Abikusno
Cokrosuyoso.
Dalam melaksanakan tugasnya, kedua panitia telah menghasilkan
hal-hal sebagai berikut:
a. Panitia Perumus berhasil menyusun naskah Rancangan Pembukaan
Undang Undang Dasar pada tanggal 22 Juni 1945. Kelima lambang dari sila-sila
Pancasila mengandung nilai-nilai yang diambil dari kebudayaan dan kepribadian
bangsa Indonesia. Nilai-nilai inilah kemudian dirumuskan menjadi dasar negara
oleh para tokoh bangsa. Tahukah kamu bagaimana proses perumusan Pancasila
hingga menjadi dasar negara kita? Nilai nilai juang apakah yang bisa kita
teladani dari para tokoh perumus Pancasila? Agar lebih jelas marilah kita
perlajari materi berikut ini. Rancangan Pembukaan UUD ini kemudian dikenal
dengan nama "Piagam Jakarta" Piagam Jakarta terdiri dari empat
alinea. Dalam alinea empat terdapat rumusan Pancasila sebagai dasar negara.
b. Panitia perancang UUD berhasil menyusun Rancangan UUD
Indonesia pada tanggal 16 Juli 1945.
Dalam sidang pertama BPUPKI, beberapa anggota memberikan
pidatonya, yaitu:
a. Pidato Mr. Muhammad Yamin, berjudul Azas dan Dasar
NegaraKebangsaan Republik Indonesia
pada tanggal 29 Mei 1945. b. Pidato Prof. Dr. Soepomo, pada tanggal
31 Mei 1945.
c. Pidato Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945.
Setelah menyelesaikan tugasnya, BPUPKI dibubarkan. Sebagai
gantinya dibentuk badan baru yang dinamakan Dokoritsu Zyunbi Iinkai (Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia, disingkat PPKI). PPKI dibentuk tanggal 9
Agustus 1945. Badan ini diketuai oleh Ir. Soekarno. Sebagai wakilnya adalah
Drs. Mohammad Hatta.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidang dan
mengambil keputusan sebagai berikut:
a. Menetapkan dan mengesahkan Pembukaan UUD 1945. Dalam alinea
empat terdapat rumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
b. Menetapkan dan mengesahkan UUD 1945
c. Memilih ketua PPKI dan wakilnya, sebagai Presiden dan Wakil
Presiden Republik Indonesia.
UUD 1945 yang telah disahkan oleh PPKI itu terdiri dari dua
bagian. Bagian "Pembukaan" terdiri dari empat alinea. Bagian ”Batang
Tubuh UUD” berisi 37 pasal, aturan peralihan 3 pasal dan Aturan Tambahan 2 ayat
dan Penjelasan. Rumusan Pancasila sebagai dasar negara tercantum dalam
Pembukaan UUD 1945. Inilah yang sah dan benar, karena mempunyai kedudukan
konstitusional.
Dan disahkan oleh badan yang mewakili seluruh bangsa Indonesia
yaitu PPKI.
2. Berbagai Rumusan Pancasila
Para tokoh bangsa mengusulkan gagasan tentang Pancasila sebagai
dasar negara. Para tokoh tersebut adalah Muh, Yamin, Dr. Soepomo, dan Ir.
Soekarno. Nah, tahukah kamu untuk kepentingan siapa gagasan para tokoh itu?
Tentu saja untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Berikut ini berbagai rumusan
Pancasila yang diusulkan dan digagas oleh tokoh-tokoh bangsa, yaitu:
a. Rumusan 1 (Mr. Muh. Yamin, secara lisan 29 Mei 1945)
1. Peri Kebangsaan.
2. Peri Kemanusiaan.
3. Peri Ketuhanan.
4. Peri Kerakyatan.
5. Kesejahteraan Rakyat (Keadilan Sosial).
b. Rumusan 2 (Mr. Muh. Yamin, secara tertulis 29 Mei 1945)
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kebangsaan persatuan Indonesia.
3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
c. Rumusan 3 (Dr. Supomo, 31 Mei 1945)
1. Persatuan.
2. Kekeluargaan.
3. Mufakat dan Demokrasi.
4. Musyawarah.
5. Keadilan Sosial.
c. Rumusan 4 (Ir. Soekarno, 1 Juni 1945)
1. Kebangsaan Indonesia.
2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan.
3. Mufakat atau Demokrasi.
4. Kesejahteraan Sosial.
5. Ketuhanan yang berkebudayaan (Ketuhanan Yang Maha Esa,
Ketuhanan
yang berperadaban).
d. Rumusan 5 (Panitia 9/Piagam Jakarta, 22 Juni 1945)
1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi
pemelukpemeluknya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
e. Rumusan 6 (Pembukaan UUD 1945, 18 Agustus 1945)
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
3. Makna Nilai Juang dalam Proses Perumusan Pancasila
Proses perumusan Pancasila sebagai negara telah memberikan
pelajaran kepada kita betapa besar perjuangan para tokoh pendiri bangsa dalam
meraih kemerdekaan. Kamu tentu tahu bahwa bangsa Indonesia pernah dijajah oleh Belanda
selama tiga setengah abad dan Jepang selama tiga setengah tahun. Perjuangan
bangsa Indonesia itu mempunyai nilai juang yang tinggi karena dilakukan dengan
penuh pengorbanan, sungguh-sungguh, dan penuh tanggungjawab. Juga tanpa
paksaan, ikhlas, jujur, tanpa pamrih, dan dengan semangat yang membara. Semua
itu dilakukan untuk mewujudkan Indonesia merdeka. Nilai-nilai juang dalam
proses perumusan Pancasila yang dapat kita teladani
antara lain sebagai berikut.
a. Semangat persatuan dan kesatuan
b. Membela dan memperjuangkan hak asasi manusia
c. Semangat kekeluargaan, kebersamaan, dan cinta tanah air.
d. Mendahulukan kepentingan bangsa daripada kepentingan pribadi.
e. Pengabdian dan jiwa kepahlawanan.
C.
IPS
·
Perkembangan
SistemAdministrasi WilayahIndonesia

Perubahan Wilayah Provinsi di Indonesia
Pada awal kemerdekaan, jumlah provinsi di Indonesia ada 8
provinsi. Selanjutnya jumlah provinsi terus berkembang. Pada masa Orde Baru,
jumlah provinsi di Indonesia berkembang menjadi 27 provinsi, dan pada masa
reformasi berkembang menjadi 33 provinsi.
1. Keberadaan Provinsi di Indonesia
Provinsi adalah bagian dari wilayah suatu negara, dan setiap
provinsi terdiri atas beberapa wilayah kabupaten atau kotamadia. Tahukah kamu
bagaimanakah keberadaan provinsi di Indonesia sejak proklamasi sampai dengan
sekarang? Ketika Indonesia berhasil menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17
Agustus 1945, wilayah Indonesia terdiri atas delapan provinsi, sebagai berikut.
a. Sumatera
b. Jawa Barat
c. Jawa Tengah
d. Jawa Timur
e. Sunda Kecil (sekarang menjadi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan
Nusa
Tenggara Timur)
f. Maluku
g. Sulawesi
h. Kalimantan
Untuk lebih jelasnya amati peta wilayah Indonesia pada awal
kemerdekaan di bawah ini.
Dalam perkembangannya, sampai dengan akhir pemerintahan Orde
Baru Indonesia terdiri atas 27 Provinsi, dua provinsi yang terakhir ialah Irian
Barat (diresmikan pada tanggal 1 Mei 1963, dan sejak 1 Januari 2000 diganti
namanya menjadi Papua) dan Timor Timur(diresmikan tanggal 15 Juli
1976). Akan tetapi berdasarkan jajak pendapat yang diselenggarakan tanggal 30
Agustus 1999, sebagian besar (87,5%) rakyat Timor Timur memilih merdeka.
Selanjutnya berdasarkan Tap MPR tahun 1999 No.V/MPR/1999 tentang Penentuan
Pendapat Rakyatdi Timor Timur, di mana Timor Timur menyatakan merdeka;
maka Timor Timur tidak lagi menjadi bagian dari wilayah Negara Kesatuan
Republik
Indonesia. Namun pada tahun 2000 provinsi di Indonesia menjadi
32 buah, dan pada tahun 2002 bertambah lagi menjadi 33 buah.
2. Faktor-Faktor yang Mendorong Perkembangan
Provinsi di Indonesia
Seperti telah disebutkan di atas, bahwa pada masa awal kemerdekaan
Indonesia terdiri atas delapan provinsi. Namun sesuai dengan perkembangan kehidupan
bangsa Indonesia khususnya dalam bidang pemerintahan, maka keberadaan provinsi
mengalami perkembangan. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah sistem administrasi
kenegaraan. Sehingga sampai dengan tahun 1999 provinsi yang ada di Indonesia
berkembang menjadi 27. Dua provinsi yang terakhir adalah Irian Barat (Papua)
resmi masuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1963 dan Timor
Timur resmi masuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1976. Adapun
faktor-faktor yang mendorong perkembangan provinsi diIndonesia, sebagai
berikut.
a. Adanya upaya untuk mempermudah sistem administrasi kenegaraan.
b. Keberhasilan perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut
kembali wilayah yang masih di bawah cengkeraman penjajahan Belanda (Irian
Barat/Papua).
c. Adanya usaha diplomasi untuk menerima wilayah/provinsi lain masuk
ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (Timor Timur). Namun dengan
adanya jajak pendapat tanggal 30 Agustus 1999, di mana sebagian rakyat Timor
Timur memilih untuk merdeka, maka Timor Timur melepaskan diri dari Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
d. Adanya UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, di
manapenyelenggaraan pemerintahan dititikberatkan pada daerah(desentralisasi).
Kebijakan ini menyebabkan daerah diberikan kekuasaan untuk mengatur pemerintahannya
sendiri, sehingga muncullah provinsi-provinsi baru.
3. Nama, Letak, dan Ibu Kota Provinsi di Indonesia
Seperti telah disebutkan di atas bahwa pada saat ini, Indonesia
terdiriatas 33 provinsi. Adapun ke-33 provinsi tersebut adalah sebagai berikut.

D.
IPA

A. Ciri Khusus pada Hewan
1. Kelelawar
Pernahkah kalian melihat kelelawar terbang? Kita jarang melihat
kelelawar terbang pada siang hari, karena hewan ini hidup pada malam hari.
Kelewar termasuk hewan mamalia, yaitu hewan yang menyusui anaknya dan
berkembang biak dengan cara melahirkan. Hewan ini sangat unik, karena
kemampuannya dalam terbang dan mencari makan pada malam hari. Ciri khusus apa
yang dimiliki kelelawar? Kelelawar banyak dijumpai di gua yang sangat gelap.
Untuk dapat terbang dengan arah yang benar, kelelawar menggunakan sistem
sonar. Kelelawar mengeluarkan bunyi dengan frekuensi yang tinggi (bunyi
ultrasonik) sebanyak mungkin. Kemudian, ia mendengarkan bunyi pantul tersebut
dengan indra pendengarannya. Dengan cara itu, kelelawar dapat mengetahui letak
suatu benda dengan tepat, sehingga kelelawar mampu terbang dalam keadaan gelap
tanpa menabrak benda-benda di sekitarnya. Kemampuan kelelawar mengetahui lingkungan
sekitarnya dengan
menggunakan sistem sonar dikenal dengan istilah ekolokasi.
Ciri khusus lain dari kelelawar adalah kemampuan terbangnya. Hewan mamalia ini
dapat terbang karena memiliki selaput kulit yang tipis terdapat di antara
tulang lengannya. Ciri lain yang dimiliki hewan ini, yaitu posisi tidur pada
siang hari dengan cara menggantung dan posisi badan yang terbalik.

2. Cicak
Cicak termasuk hewan melata. Cicak dapat merayap di dinding
tanpa terpeleset. Hal ini karena cicak memiliki ciri khusus berupa telapak kaki
dengan sistem perekat. Sistem perekat ini dibangun oleh telapak kaki yang
beralur pararel. Dengan alur yang dimiliki, memungkinkan cicak dapat
menempelkan kakinya di dinding dan berjalan tanpa terpeleset.

Ciri lain dari cicak adalah kemampuan memutuskan ekornya. Hal
ini dilakukan cicak untuk melindungi diri dari musuhnya. Cicak akan memutuskan ekor,
kemudian ekor tersebut akan bergerak-gerak untuk mengalihkan perhatian musuh.
Sementara itu, cicak dengan ekor yang putus akan leluasa untuk meloloskan diri.
Untuk memperoleh makanan, cicak mempunyai ciri khusus berupa lidah yang panjang
dan lengket. Bentuk lidah ini digunakan untuk menangkap mangsa berupa serangga
yang terbang.
3. Bebek
Ciri khusus yang menarik pada hewan berikutnya adalah bebek.
Hewan ini memiliki berbagai ciri khusus yang disesuaikan dengan tempat
tinggalnya. Bebek hidup di darat, namun untuk mencari makan, bebek biasanya
berada di air. Adapun ciri khusus yang dimiliki bebek untuk mencari makan
berupa paruhyang agak panjang dan lebar pada bagian ujungnya.

Bebek mencari makan di air, baik kolam atau danau yang dangkal.
Agar tubuhnya tidak basah jika terkena air, bulu bebek dilapisi oleh minyak.
Dengan demikian, pada saat bebek sampai di darat ia hanya tinggal mengibas-ngibaskan
badannya dan air yang menempel di tubuhnya keluar. Jika bulu tubuhnya tidak dilapisi
oleh minyak, air yang menempel akan terus menyerap ke dalam bulu tubuh bebek.
Selain lapisan minyak pada tubuh bebek, hewan ini mempunyai ciri
khusus berupa kaki yang berselaput di antara jari kakinya. Jika kita
perhatikan, bebek dapat berenang di air karena kakinya memiliki semacam selaput
renang.
4. Unta
Unta merupakan salah satu "makhluk hidup istimewa".
Hal ini disebabkan struktur tubuhnya yang tidak terpengaruh oleh kondisi alam
paling panas sekalipun. Dapatkah kalian bayangkan kondisi lingkungan di gurun
pasir yang sangat panas?


Tubuh unta memiliki beberapa keistimewaan yang memungkinkan bagi
unta bertahan hidup berhari-hari tanpa air dan makanan. Selain itu, unta mampu
mengangkut beban ratusan kilogram selama berhari-hari. Bulu mata unta memiliki
sistem pengaitan. Dalam keadaan bahaya, bulu ini secara otomatis menutup. Bulu
mata yang saling berkait ini mencegah masuknya debu ke mata. Hidung dan telinga
ditutupi oleh bulu panjang agar terlindungi dari debu dan pasir. Unta memiliki
punuk, yaitu gundukan lemak yang terdapat di punggung. Punuk unta menyediakan
sari makanan bagi hewan ini ketika ia mengalami kesulitan makanan dan
kelaparan. Dengan demikian, unta dapat hidup hingga tiga minggu tanpa air.
Kaki unta memiliki ukuran besar. Bentuk kaki seperti ini secara
khusus "diciptakan" untuk membantunya berjalan di atas pasir tanpa
terperosok. Kaki unta memiliki telapak yang luas dan menggembung. Selain itu,
kulit tebal khusus di bawah telapak kaki merupakan perlindungan terhadap pasir
yang sangat panas. Unta diciptakan dengan ciri-ciri khusus fisik yang luar
biasa untuk membantu umat manusia. Umat manusia sendiri diwajibkan untuk
bersyukur atas penciptaan di seluruh jagat raya ini.
B. Ciri Khusus pada Tumbuhan
1. Kaktus
Kaktus hidup di tempat yang kering. Oleh karena itu, tumbuhan
ini dikelompokkan ke dalam tumbuhan xerofit. Untuk dapat tetap hidup di
tempat yang kering, kaktus memiliki ciri khusus sebagai berikut. Kaktus
memiliki daun yang berbentuk duri. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi proses
penguapan air dari dalam tubuhnya. Tempat fotosintesis digantikan oleh batang.
Batang kaktus memiliki klorofil untuk dapat melakukan fotosintesis. Selain itu,
batang kaktus menjadi besar dan menggembung. Tujuannya untuk menyimpan
cadangan air.Akar kaktus umumnya panjang.Akar seperti ini
memungkinkan kaktus mencari air sebanyak mungkin.

2. Teratai
Dimanakah habitat tumbuhan teratai? Teratai hidup di air,
umumnya di kolam. Karena keindahan bunganya, tumbuhan ini menjadi salah satu
tanaman hias yang banyak digemari.
Teratai dapat hidup di lingkungan air. Untuk dapat melangsungkan
hidupnya, teratai diciptakan sempurna oleh Tuhan Yang Maha Pencipta. Teratai
memiliki daun yang lebar dan tipis. Ciri khusus ini digunakan untuk memperbesar
proses penguapan air dari dalam tubuhnya. Kandungan air yang terlalu banyak dibuang
melalui penguapan daun. Hal ini
untuk mempertahankan teratai agar tidak busuk, walaupun hidup di
air. Daun yang
tipis juga merupakan salah satu cara agar daun tumbuhan ini
dapat tetap terapung di atas air.

Ciri khusus lainnya dari tumbuhan teratai adalah batangnya.
Batang teratai berongga yang berfungsi sebagai jalan keluarkan udara. Batang yang
berongga menjadikan teratai terapung di air. Bagian daun dan bunga selalu
berada di atas permukaan air, sedangkan batang dan akar berada di dalam air.
Akar teratai berada di dasar air. Akar ini menambatkan diri dengan kuat di
dalam lumpur di dasar air. Hal ini berguna untuk menahan teratai dari hempasan
arus air.
3. Kantung Semar

Di kelas lima, kamu pernah mempelajari tentang bunga bangkai
yang dapat menarik perhatian serangga. Selain bunga bangkai, ada tumbuhan lain yang
juga memakan serangga. Tumbuhan tersebut adalah kantung semar. Di habitat
aslinya, tumbuhan ini hidup di daerah rawa yang miskin akan kandungan mineral
nitrogen. Untuk memenuhi kebutuhan nitrogen, kantung semar memperolehnya dari
serangga. Bagian bunga kantung semar mengeluarkanmadu untuk menarik perhatian
serangga. Selain itu,pada salah satu daun kantung semar, berubah menjadi berbentuk
kantung dengan warna yang mencolok perhatian serangga untuk hinggap. Pada bagian
dalam kantung ini terdapat lapisan yang
lengket. Jika ada serangga yang hinggap pada kantung ini maka akan
terpeleset ke dalam kantung dan tidak dapat keluar lagi. Serangga tersebut
dicerna oleh kantung semar untuk
Komentar
Posting Komentar