MATERI KELAS VI SD


MATERI KELAS VI

A.    MATEMATIKA

·         Operasi Hitung Campurandan Sifat-Sifat Operasi Hitungpada Bilangan Bulat
1. Operasi Hitung Campuran
Kamu sudah mempelajari aturan operasi hitung campuran bilangan bulat. Coba kamu jelaskan aturan tersebut dengan kata-katamu sendiri. Bandingkan hasilnya dengan aturan berikut, apakah sama?
a. Jika dalam soal hanya ada perkalian dan pembagian, yang di depan dikerjakan lebih dahulu. Demikian pula untuk penjumlahan dan pengurangan.
b. Jika dalam soal terdapat penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian sekaligus, perkalian atau pembagian dikerjakan lebih dahulu. Selanjutnya, dikerjakan penjumlahan atau pengurangan.
c. Jika dalam soal terdapat tanda kurung, operasi hitung yang ada di dalam tanda kurung harus dikerjakan lebih dahulu.
Contoh 1:
a. 9 + (–8) – 11 = 1 – 11 kerjakan dari depan karena + dan – setara
= –10
b. 16 : 2 × (–3) = 8 × (–3) kerjakan dari depan karena : dan × setara
= –24
3
Amati kembali Contoh 1b. Bagaimana jika pengerjaan dilakukan dari belakang, apakah hasilnya sama? Ayo, kita periksa.
16 : 2 × (–3) = 16 : (–6) kerjakan dari belakang
= –2,667
Dari hasil ini, apa yang dapat kamu simpulkan?
Contoh 2:
a. –20 + 2 × (–3) = –20 + (–6) kerjakan × sebelum +
= –26
b. 30 – 81 : (–3) = 30 – (–27) kerjakan : sebelum –
= 30 + 27 aturan pengurangan
= 57
c. –10 × ( 26 – (–4) ) = –10 × 30 kerjakan soal pada tanda kurung dahulu
= –300
2. Penggunaan Sifat-Sifat Operasi Hitung
pada Bilangan Bulat
Di Kelas V, kamu sudah mempelajari sifat-sifat operasi hitung pada bilangan bulat. Coba kamu kemukakan sifat-sifat tersebut. Sifat-sifat tersebut berguna untuk mempermudah perhitungan. Untuk itu, pelajari contoh berikut.
Contoh 1:
1. Gunakan sifat operasi hitung untuk mempermudah perhitungan bilangan-bilangan berikut.
a. 256 + 160 + (–56) c. (24 × 46) + (24 × 54)
b. 5 × (–49) × 20 d. (41 × 158) – (58 × 41)
Jawab:
a. 256 + 160 + (–56) = {256 + (–56)} + 160 sifat komutatif
= 200 + 160 = 360
b. 5 × (–49) × 20 = (5 × 20) × (–49) sifat komutatif
= 100 × (–49) = –4.900
c. (24 × 46) + (24 × 54) = 24 × (46 + 54) sifat distributif
= 24 × (100)
= 2.400
d. (41 × 158) – (58 × 41) = (41 × 158) – (41 × 58) sifat komutatif
= 41 × (158 – 58) sifat distributif
= 41 × 100 = 4.100
2. Lengkapi perkalian berikut dengan menggunakan sifat operasi hitung.
a. 9 × 47 b. 12 × 52
Jawab:
a. 9 × 47 = 9 × (50 – 3)
= 9 × 50 – 9 × 3 sifat distributif
= 450 – 27 = 423
b. 12 × 52 = 12 × (50 + 2)
= 12 × 50 + 12 × 2 sifat distributif
= 600 + 24 = 624
·         Perpangkatan Tiga
Di Kelas V semester 1, kamu telah mempelajari perpangkatan dua. Suatu bilangan dipangkat kan dua berarti bilangan tersebut dikalikan sebanyak dua kali dengan dirinya sendiri. Untuk mengingatnya kembali, carilah bilangan yang tepat agar pernyataan berikut benar.
22 = … × … = … 52 = … × … = …
32 = … × … = … 82 = … × … = …
Pernyataan tersebut menggambarkan perpangkatan dua dari suatu bilangan.
Pernyataan lain yang menggambarkan perpangkatan dua dari suatu bilangan, misalnya.
Bagaimana dengan 23? Berapakah hasilnya?
23 dibaca dua pangkat tiga.
Artinya, 2 × 2 × 2 = 8.
2 disebut bilangan pokok, 3 disebut pangkat, dan
8 disebut hasil perpangkatan.
Jadi, 23 = 2 × 2 × 2 = 8.
·         Penarikan Akar Pangkat Tiga
Sebuah dus berbentuk kubus volumenya 64 dm3. Berapakah panjang rusuk kubus tersebut? Untuk menjawabnya, pelajari cara penarikan akar pangkat tiga berikut.
Kamu telah mengetahui bahwa kebalikan dari perpangkatan dua adalah akar pangkat dua. Misalnya, kebalikan dari 52 = 25 adalah akar pangkat dua dari 25,
yaitu 5. Secara singkat, ditulis 25 = 5.
4. Tentukan apakah bilangan-bilangan berikut merupakan bilangan kubik atau bukan. Jelaskan cara yang kamu lakukan untuk memperoleh jawabanmu.
a. 216 b. 525 c. 900
Untuk menghitung 73 dengan kalkulator, tekan tombol tombol berikut.
7 x y 3 =
Hasil yang akan didapat adalah 343.
Sekarang, peragakan cara menghitung soal-soal pada Pengertian tersebut dapat digunakan untuk mengartikan kebalikan dariperpangkatan tiga.Kebalikan dari perpangkatan tiga adalah akar pangkat tigaPerhatikan perpangkatan tiga berikut.
23 = 2 × 2 × 2 = 8
53 = 5 × 5 × 5 = 125
Akar pangkat tiga adalah kebalikan dari perpangkatan tiga.
8 3 = 2 2 2 3 = 2 karena 23 = 8
125 3 = 5 5 5 3 = 5 karena 53 = 125
Contoh 1:
Tentukanlah hasilnya.
a. 27 3
b. 64 3
c. 216 3
Jawab:
a. Untuk menentukan 27 3 , cari bilangan yang apabila dikali dirinya sendiri sebanyak tiga kali hasilnya 27.
Ayo, coba dengan bilangan 1.
1 × 1 × 1 = 1 ≠ 27 tidak memenuhi
Kita coba lagi dengan 2.
2 × 2 × 2 = 8 ≠ 27 tidak memenuhi
Coba lagi dengan 3.
3 × 3 × 3 = 27 memenuhi
Jadi, 27 3 = 3 karena 3 × 3 × 3 = 27
b. 64 3 = 4 karena 4 × 4 × 4 = 64
c. 216 3 = 6 karena 6 × 6 × 6 = 216
Contoh 2:
Volume sebuah kubus adalah 512 cm3.
Tentukanlah panjang sisi kubus tersebut?
Jawab:
Volume kubus V = s3
512 = s3 masukkan nilai yang diketahui
s3 = 512
s = 512 3 = 8 karena 8 × 8 × 8 = 512
Jadi, panjang sisi kubus tersebut 8 cm.
·         Operasi Hitung Bilangan Berpangkat
Tiga dan Akar Pangkat Tiga
Kamu telah mempelajari perpangkatan tiga dan akar pangkat tiga. Sekarang, kamu akan mempelajari operasi hitung bilangan berpangkat tigadan akar pangkat tiga. Pelajari contoh berikut.
Contoh:
1. 43 + 23 = 64 + 8 = 72 4. 63 : 23 = 216 : 8 = 27
2. 53 – 33 = 125 – 27 = 98 5. 8 64 3 3 = 2 + 4 = 6
3. 23 × 43 = 8 × 64 = 512 6. 125 3 × 33 = 5 × 27 = 135
Ayo, kerjakan di buku latihanmu.
1. 63 + 33 = ... 4. 83 : 43 = ...
2. 83 – 23 = ... 5. 2 3
6
3 3 3
= ...
3. 33 × 33 = ...
·         Menentukan FPB dan KPK
1. Menentukan FPB dan KPK dari Dua Bilangan
Di Kelas IV dan V, kamu sudah belajar FPB dan KPK. Kamu pun telah mempelajari cara menentukan FPB dan KPK dari dua bilangan. Coba kamu jelaskan dengan kata-katamu sendiri cara tersebut. Apakah hasilnya sama dengan uraian berikut?
Cara Menentukan FPB dari Dua Bilangan
a. Tuliskan kedua bilangan itu sebagai perkalian faktor prima ( faktorisasi prima).
b. Tentukan perkalian faktor prima yang sama dari kedua bilangan itu. Jika faktor yang sama tersebut pangkatnya berbeda, tentukan faktor yang pangkatnya terkecil (misalnya, 22 dan 23, diambil 22) dan kalikan.
Cara Menentukan KPK dari Dua Bilangan
a. Tuliskan kedua bilangan itu sebagai perkalian faktor prima ( faktorisasi prima).
b. Tentukan semua perkalian faktor prima dari kedua bilangan itu. Untuk faktor yang sama, tentukan faktor yang pangkatnya terbesar (misalnya, 32 dan 33, diambil 33) dan kalikan
Contoh 1:
Tentukan FPB dan KPK dari 24 dan 30.
Jawab:
Cara 1:
Dari diagram pohon di samping diperoleh:
24 = 2 × 2 × 2 × 3 = 23 × 3
30 = 2 × 3 × 5
FPB dari 24 dan 30 adalah 2 × 3 = 6
KPK dari 24 dan 30 adalah 23 × 3 × 5 = 8 × 3 × 5 = 120
Cara 2:
24 30
12 15
4 5
FPB = 2 × 3 = 6
KPK = 2 × 3 × 4 × 5
= 6 × 20 = 120
Jadi, FPB dan KPK dari 24 dan 30 adalah 6 dan 120.
2. Menentukan FPB dan KPK dari Tiga Bilangan
Cara yang digunakan untuk mencari FPB dan KPK dari tiga bilangan  hampir sama dengan cara mencari FPB dan KPK dari dua bilangan. Untuk lebih jelasnya, pelajari contoh berikut.
Contoh 1:
Tentukan FPB dan KPK dari 8, 12, dan 36.
Jawab:
Faktorisasi prima dari 8 adalah 2 × 2 × 2 = 23
Faktorisasi prima dari 12 adalah 2 × 2 × 3 = 22 × 3
Faktorisasi prima dari 36 adalah 2 × 2 × 3 × 3 = 22 × 32
FPB dari 8, 12, dan 36 adalah 22 = 4
KPK dari 8, 12, dan 36 adalah 23 × 32 = 8 × 9 = 72
Jadi, FPB dan KPK dari 8, 12, dan 36 adalah 4 dan 72.
Contoh 2:
Ada 3 lampu. Lampu A menyala setiap 8 detik, lampu B setiap 15 detik,
dan lampu C setiap 20 detik. Berapa detik sekali ketiga lampu itu menyala
bersamaan?
Jawab:
Untuk menyelesaikan soal ini, kamu harus mencari KPK dari 8, 15, dan 20.
Faktorisasi prima dari 8 adalah 23
Faktorisasi prima dari 15 adalah 3 × 5
Faktorisasi prima dari 20 adalah 2 × 2 × 5 = 22 × 5
KPK dari 8, 15, dan 20 adalah 23 × 3 × 5 = 8 × 3 × 5 = 120
Jadi, ketiga lampu menyala secara bersamaan setiap 120 detik (2 menit).



B.     PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
·         Proses Perumusan Pancasila
sebagai Dasar Negara
Coba perhatikan baik-baik gambar di atas. Gambar tersebut adalah burung Garuda Pancasila. Pada perisai didadanya kamu dapat melihat lambanglambang dari sila-sila Pancasila. Gambar bintang melambangkan sila pertama. Gambar rantai emas melambangkan sila kedua. Gambar pohon beringin melambangkan sila ketiga. Sedangkan gambar kepala banteng serta padi kapas melambangkan sila keempat dan lima.
Nilai Juang Proses Perumusan Pancasila sebagai
Dasar Negara
A.
1 . Proses Perumusan Pancasila
Pemerintah Militer Jepang di Indonesia pada tanggal 29 April 1945Mmembentuk suatu badan. Badan itu diberi nama Dokuritzu Zyunbi Tyoosakai(Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, disingkat BPUPKI). Sepanjang sejarah, BPUPKI hanya mengadakan sidang dua kali, yaitu:
a. Masa Sidang I tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945
b. Masa Sidang II tanggal 10 Juli - 16 Juli 1945
Badan ini telah membentuk beberapa panitia kerja yang di antaranya ialah:
a. Panitia Perumus dengan anggota 9 orang. Panitia ini disebut juga Panitia Sembilan. Diketuai oleh Ir. Soekarno. Panitia Sembilan itu adalah:
1) Ir. Soekarno
2) Drs. Mohammad Hatta
3) Mr. A. A. Maramis
4) Abikusno Cokrosuyoso
5) Abdulkahar Muzakir
6) Haji Agus Salim
7) Mr. Ahmad Subarjo
8) K. H. A. Wachid Hasyim
9) Mr. Muhammad Yamin
b. Panitia perancang Undang Undang Dasar diketuai oleh Ir. Soekarno. Panitia ini kemudian membentuk Panitia Kecil Perancang Undang Undang Dasar yang diketuai oleh Prof. Mr. Dr. Soepomo.
c. Panitia Ekonomi dan Keuangan, diketuai oleh Drs. Mohammad Hatta.
d. Panitia Pembelaan Tanah Air, diketuai oleh Abikusno Cokrosuyoso.
Dalam melaksanakan tugasnya, kedua panitia telah menghasilkan hal-hal sebagai berikut:
a. Panitia Perumus berhasil menyusun naskah Rancangan Pembukaan Undang Undang Dasar pada tanggal 22 Juni 1945. Kelima lambang dari sila-sila Pancasila mengandung nilai-nilai yang diambil dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia. Nilai-nilai inilah kemudian dirumuskan menjadi dasar negara oleh para tokoh bangsa. Tahukah kamu bagaimana proses perumusan Pancasila hingga menjadi dasar negara kita? Nilai nilai juang apakah yang bisa kita teladani dari para tokoh perumus Pancasila? Agar lebih jelas marilah kita perlajari materi berikut ini. Rancangan Pembukaan UUD ini kemudian dikenal dengan nama "Piagam Jakarta" Piagam Jakarta terdiri dari empat alinea. Dalam alinea empat terdapat rumusan Pancasila sebagai dasar negara.
b. Panitia perancang UUD berhasil menyusun Rancangan UUD Indonesia pada tanggal 16 Juli 1945.
Dalam sidang pertama BPUPKI, beberapa anggota memberikan pidatonya, yaitu:
a. Pidato Mr. Muhammad Yamin, berjudul Azas dan Dasar NegaraKebangsaan Republik Indonesia
pada tanggal 29 Mei 1945. b. Pidato Prof. Dr. Soepomo, pada tanggal 31 Mei 1945.
c. Pidato Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945.
Setelah menyelesaikan tugasnya, BPUPKI dibubarkan. Sebagai gantinya dibentuk badan baru yang dinamakan Dokoritsu Zyunbi Iinkai (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, disingkat PPKI). PPKI dibentuk tanggal 9 Agustus 1945. Badan ini diketuai oleh Ir. Soekarno. Sebagai wakilnya adalah Drs. Mohammad Hatta.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidang dan mengambil keputusan sebagai berikut:
a. Menetapkan dan mengesahkan Pembukaan UUD 1945. Dalam alinea empat terdapat rumusan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
b. Menetapkan dan mengesahkan UUD 1945
c. Memilih ketua PPKI dan wakilnya, sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
UUD 1945 yang telah disahkan oleh PPKI itu terdiri dari dua bagian. Bagian "Pembukaan" terdiri dari empat alinea. Bagian ”Batang Tubuh UUD” berisi 37 pasal, aturan peralihan 3 pasal dan Aturan Tambahan 2 ayat dan Penjelasan. Rumusan Pancasila sebagai dasar negara tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Inilah yang sah dan benar, karena mempunyai kedudukan konstitusional.
Dan disahkan oleh badan yang mewakili seluruh bangsa Indonesia yaitu PPKI.
2. Berbagai Rumusan Pancasila
Para tokoh bangsa mengusulkan gagasan tentang Pancasila sebagai dasar negara. Para tokoh tersebut adalah Muh, Yamin, Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Nah, tahukah kamu untuk kepentingan siapa gagasan para tokoh itu? Tentu saja untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Berikut ini berbagai rumusan Pancasila yang diusulkan dan digagas oleh tokoh-tokoh bangsa, yaitu:
a. Rumusan 1 (Mr. Muh. Yamin, secara lisan 29 Mei 1945)
1. Peri Kebangsaan.
2. Peri Kemanusiaan.
3. Peri Ketuhanan.
4. Peri Kerakyatan.
5. Kesejahteraan Rakyat (Keadilan Sosial).
b. Rumusan 2 (Mr. Muh. Yamin, secara tertulis 29 Mei 1945)
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kebangsaan persatuan Indonesia.
3. Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
c. Rumusan 3 (Dr. Supomo, 31 Mei 1945)
1. Persatuan.
2. Kekeluargaan.
3. Mufakat dan Demokrasi.
4. Musyawarah.
5. Keadilan Sosial.
c. Rumusan 4 (Ir. Soekarno, 1 Juni 1945)
1. Kebangsaan Indonesia.
2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan.
3. Mufakat atau Demokrasi.
4. Kesejahteraan Sosial.
5. Ketuhanan yang berkebudayaan (Ketuhanan Yang Maha Esa, Ketuhanan
yang berperadaban).
d. Rumusan 5 (Panitia 9/Piagam Jakarta, 22 Juni 1945)
1. Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari'at Islam bagi pemelukpemeluknya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
e. Rumusan 6 (Pembukaan UUD 1945, 18 Agustus 1945)
1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
3. Makna Nilai Juang dalam Proses Perumusan Pancasila
Proses perumusan Pancasila sebagai negara telah memberikan pelajaran kepada kita betapa besar perjuangan para tokoh pendiri bangsa dalam meraih kemerdekaan. Kamu tentu tahu bahwa bangsa Indonesia pernah dijajah oleh Belanda selama tiga setengah abad dan Jepang selama tiga setengah tahun. Perjuangan bangsa Indonesia itu mempunyai nilai juang yang tinggi karena dilakukan dengan penuh pengorbanan, sungguh-sungguh, dan penuh tanggungjawab. Juga tanpa paksaan, ikhlas, jujur, tanpa pamrih, dan dengan semangat yang membara. Semua itu dilakukan untuk mewujudkan Indonesia merdeka. Nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila yang dapat kita teladani
antara lain sebagai berikut.
a. Semangat persatuan dan kesatuan
b. Membela dan memperjuangkan hak asasi manusia
c. Semangat kekeluargaan, kebersamaan, dan cinta tanah air.
d. Mendahulukan kepentingan bangsa daripada kepentingan pribadi.
e. Pengabdian dan jiwa kepahlawanan.




C.    IPS
·         Perkembangan SistemAdministrasi WilayahIndonesia
Perubahan Wilayah Provinsi di Indonesia
Pada awal kemerdekaan, jumlah provinsi di Indonesia ada 8 provinsi. Selanjutnya jumlah provinsi terus berkembang. Pada masa Orde Baru, jumlah provinsi di Indonesia berkembang menjadi 27 provinsi, dan pada masa reformasi berkembang menjadi 33 provinsi.
1. Keberadaan Provinsi di Indonesia
Provinsi adalah bagian dari wilayah suatu negara, dan setiap provinsi terdiri atas beberapa wilayah kabupaten atau kotamadia. Tahukah kamu bagaimanakah keberadaan provinsi di Indonesia sejak proklamasi sampai dengan sekarang? Ketika Indonesia berhasil menyatakan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, wilayah Indonesia terdiri atas delapan provinsi, sebagai berikut.
a. Sumatera
b. Jawa Barat
c. Jawa Tengah
d. Jawa Timur
e. Sunda Kecil (sekarang menjadi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa
Tenggara Timur)
f. Maluku
g. Sulawesi
h. Kalimantan
Untuk lebih jelasnya amati peta wilayah Indonesia pada awal
kemerdekaan di bawah ini.
Dalam perkembangannya, sampai dengan akhir pemerintahan Orde Baru Indonesia terdiri atas 27 Provinsi, dua provinsi yang terakhir ialah Irian Barat (diresmikan pada tanggal 1 Mei 1963, dan sejak 1 Januari 2000 diganti namanya menjadi Papua) dan Timor Timur(diresmikan tanggal 15 Juli 1976). Akan tetapi berdasarkan jajak pendapat yang diselenggarakan tanggal 30 Agustus 1999, sebagian besar (87,5%) rakyat Timor Timur memilih merdeka. Selanjutnya berdasarkan Tap MPR tahun 1999 No.V/MPR/1999 tentang Penentuan Pendapat Rakyatdi Timor Timur, di mana Timor Timur menyatakan merdeka; maka Timor Timur tidak lagi menjadi bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Namun pada tahun 2000 provinsi di Indonesia menjadi 32 buah, dan pada tahun 2002 bertambah lagi menjadi 33 buah.
2. Faktor-Faktor yang Mendorong Perkembangan
Provinsi di Indonesia
Seperti telah disebutkan di atas, bahwa pada masa awal kemerdekaan Indonesia terdiri atas delapan provinsi. Namun sesuai dengan perkembangan kehidupan bangsa Indonesia khususnya dalam bidang pemerintahan, maka keberadaan provinsi mengalami perkembangan. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah sistem administrasi kenegaraan. Sehingga sampai dengan tahun 1999 provinsi yang ada di Indonesia berkembang menjadi 27. Dua provinsi yang terakhir adalah Irian Barat (Papua) resmi masuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1963 dan Timor Timur resmi masuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1976. Adapun faktor-faktor yang mendorong perkembangan provinsi diIndonesia, sebagai berikut.
a. Adanya upaya untuk mempermudah sistem administrasi kenegaraan.
b. Keberhasilan perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kembali wilayah yang masih di bawah cengkeraman penjajahan Belanda (Irian Barat/Papua).
c. Adanya usaha diplomasi untuk menerima wilayah/provinsi lain masuk ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (Timor Timur). Namun dengan adanya jajak pendapat tanggal 30 Agustus 1999, di mana sebagian rakyat Timor Timur memilih untuk merdeka, maka Timor Timur melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
d. Adanya UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, di manapenyelenggaraan pemerintahan dititikberatkan pada daerah(desentralisasi). Kebijakan ini menyebabkan daerah diberikan kekuasaan untuk mengatur pemerintahannya sendiri, sehingga muncullah provinsi-provinsi baru.
3. Nama, Letak, dan Ibu Kota Provinsi di Indonesia
Seperti telah disebutkan di atas bahwa pada saat ini, Indonesia terdiriatas 33 provinsi. Adapun ke-33 provinsi tersebut adalah sebagai berikut.




D.    IPA
A. Ciri Khusus pada Hewan
1. Kelelawar
Pernahkah kalian melihat kelelawar terbang? Kita jarang melihat kelelawar terbang pada siang hari, karena hewan ini hidup pada malam hari. Kelewar termasuk hewan mamalia, yaitu hewan yang menyusui anaknya dan berkembang biak dengan cara melahirkan. Hewan ini sangat unik, karena kemampuannya dalam terbang dan mencari makan pada malam hari. Ciri khusus apa yang dimiliki kelelawar? Kelelawar banyak dijumpai di gua yang sangat gelap. Untuk dapat terbang dengan arah yang benar, kelelawar menggunakan sistem sonar. Kelelawar mengeluarkan bunyi dengan frekuensi yang tinggi (bunyi ultrasonik) sebanyak mungkin. Kemudian, ia mendengarkan bunyi pantul tersebut dengan indra pendengarannya. Dengan cara itu, kelelawar dapat mengetahui letak suatu benda dengan tepat, sehingga kelelawar mampu terbang dalam keadaan gelap tanpa menabrak benda-benda di sekitarnya. Kemampuan kelelawar mengetahui lingkungan sekitarnya dengan
menggunakan sistem sonar dikenal dengan istilah ekolokasi. Ciri khusus lain dari kelelawar adalah kemampuan terbangnya. Hewan mamalia ini dapat terbang karena memiliki selaput kulit yang tipis terdapat di antara tulang lengannya. Ciri lain yang dimiliki hewan ini, yaitu posisi tidur pada siang hari dengan cara menggantung dan posisi badan yang terbalik.
2. Cicak
Cicak termasuk hewan melata. Cicak dapat merayap di dinding tanpa terpeleset. Hal ini karena cicak memiliki ciri khusus berupa telapak kaki dengan sistem perekat. Sistem perekat ini dibangun oleh telapak kaki yang beralur pararel. Dengan alur yang dimiliki, memungkinkan cicak dapat menempelkan kakinya di dinding dan berjalan tanpa terpeleset.

Ciri lain dari cicak adalah kemampuan memutuskan ekornya. Hal ini dilakukan cicak untuk melindungi diri dari musuhnya. Cicak akan memutuskan ekor, kemudian ekor tersebut akan bergerak-gerak untuk mengalihkan perhatian musuh. Sementara itu, cicak dengan ekor yang putus akan leluasa untuk meloloskan diri. Untuk memperoleh makanan, cicak mempunyai ciri khusus berupa lidah yang panjang dan lengket. Bentuk lidah ini digunakan untuk menangkap mangsa berupa serangga yang terbang.
3. Bebek
Ciri khusus yang menarik pada hewan berikutnya adalah bebek. Hewan ini memiliki berbagai ciri khusus yang disesuaikan dengan tempat tinggalnya. Bebek hidup di darat, namun untuk mencari makan, bebek biasanya berada di air. Adapun ciri khusus yang dimiliki bebek untuk mencari makan berupa paruhyang agak panjang dan lebar pada bagian ujungnya.

Bebek mencari makan di air, baik kolam atau danau yang dangkal. Agar tubuhnya tidak basah jika terkena air, bulu bebek dilapisi oleh minyak. Dengan demikian, pada saat bebek sampai di darat ia hanya tinggal mengibas-ngibaskan badannya dan air yang menempel di tubuhnya keluar. Jika bulu tubuhnya tidak dilapisi oleh minyak, air yang menempel akan terus menyerap ke dalam bulu tubuh bebek.
Selain lapisan minyak pada tubuh bebek, hewan ini mempunyai ciri khusus berupa kaki yang berselaput di antara jari kakinya. Jika kita perhatikan, bebek dapat berenang di air karena kakinya memiliki semacam selaput renang.
4. Unta
Unta merupakan salah satu "makhluk hidup istimewa". Hal ini disebabkan struktur tubuhnya yang tidak terpengaruh oleh kondisi alam paling panas sekalipun. Dapatkah kalian bayangkan kondisi lingkungan di gurun pasir yang sangat panas?

Tubuh unta memiliki beberapa keistimewaan yang memungkinkan bagi unta bertahan hidup berhari-hari tanpa air dan makanan. Selain itu, unta mampu mengangkut beban ratusan kilogram selama berhari-hari. Bulu mata unta memiliki sistem pengaitan. Dalam keadaan bahaya, bulu ini secara otomatis menutup. Bulu mata yang saling berkait ini mencegah masuknya debu ke mata. Hidung dan telinga ditutupi oleh bulu panjang agar terlindungi dari debu dan pasir. Unta memiliki punuk, yaitu gundukan lemak yang terdapat di punggung. Punuk unta menyediakan sari makanan bagi hewan ini ketika ia mengalami kesulitan makanan dan kelaparan. Dengan demikian, unta dapat hidup hingga tiga minggu tanpa air.
Kaki unta memiliki ukuran besar. Bentuk kaki seperti ini secara khusus "diciptakan" untuk membantunya berjalan di atas pasir tanpa terperosok. Kaki unta memiliki telapak yang luas dan menggembung. Selain itu, kulit tebal khusus di bawah telapak kaki merupakan perlindungan terhadap pasir yang sangat panas. Unta diciptakan dengan ciri-ciri khusus fisik yang luar biasa untuk membantu umat manusia. Umat manusia sendiri diwajibkan untuk bersyukur atas penciptaan di seluruh jagat raya ini.
B. Ciri Khusus pada Tumbuhan
1. Kaktus
Kaktus hidup di tempat yang kering. Oleh karena itu, tumbuhan ini dikelompokkan ke dalam tumbuhan xerofit. Untuk dapat tetap hidup di tempat yang kering, kaktus memiliki ciri khusus sebagai berikut. Kaktus memiliki daun yang berbentuk duri. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi proses penguapan air dari dalam tubuhnya. Tempat fotosintesis digantikan oleh batang. Batang kaktus memiliki klorofil untuk dapat melakukan fotosintesis. Selain itu, batang kaktus menjadi besar dan menggembung. Tujuannya untuk menyimpan
cadangan air.Akar kaktus umumnya panjang.Akar seperti ini memungkinkan kaktus mencari air sebanyak mungkin.
2. Teratai
Dimanakah habitat tumbuhan teratai? Teratai hidup di air, umumnya di kolam. Karena keindahan bunganya, tumbuhan ini menjadi salah satu tanaman hias yang banyak digemari.
Teratai dapat hidup di lingkungan air. Untuk dapat melangsungkan hidupnya, teratai diciptakan sempurna oleh Tuhan Yang Maha Pencipta. Teratai memiliki daun yang lebar dan tipis. Ciri khusus ini digunakan untuk memperbesar proses penguapan air dari dalam tubuhnya. Kandungan air yang terlalu banyak dibuang melalui penguapan daun. Hal ini
untuk mempertahankan teratai agar tidak busuk, walaupun hidup di air. Daun yang
tipis juga merupakan salah satu cara agar daun tumbuhan ini dapat tetap terapung di atas air.
Ciri khusus lainnya dari tumbuhan teratai adalah batangnya. Batang teratai berongga yang berfungsi sebagai jalan keluarkan udara. Batang yang berongga menjadikan teratai terapung di air. Bagian daun dan bunga selalu berada di atas permukaan air, sedangkan batang dan akar berada di dalam air. Akar teratai berada di dasar air. Akar ini menambatkan diri dengan kuat di dalam lumpur di dasar air. Hal ini berguna untuk menahan teratai dari hempasan arus air.
3. Kantung Semar
Di kelas lima, kamu pernah mempelajari tentang bunga bangkai yang dapat menarik perhatian serangga. Selain bunga bangkai, ada tumbuhan lain yang juga memakan serangga. Tumbuhan tersebut adalah kantung semar. Di habitat aslinya, tumbuhan ini hidup di daerah rawa yang miskin akan kandungan mineral nitrogen. Untuk memenuhi kebutuhan nitrogen, kantung semar memperolehnya dari serangga. Bagian bunga kantung semar mengeluarkanmadu untuk menarik perhatian serangga. Selain itu,pada salah satu daun kantung semar, berubah menjadi berbentuk kantung dengan warna yang mencolok perhatian serangga untuk hinggap. Pada bagian dalam kantung ini terdapat lapisan yang
lengket. Jika ada serangga yang hinggap pada kantung ini maka akan terpeleset ke dalam kantung dan tidak dapat keluar lagi. Serangga tersebut dicerna oleh kantung semar untuk
memenuhi kebutuhan nitrogen.

Komentar